Superflu merupakan Varian virus Influenza A (H3N2) subclaude K yang menular cepat dibanding flu musiman biasa, tetapi tidak menunjukkan peningkatan keparahan. Gejala yang mungkin muncul antara lain demam tinggi (39° hingga 41°C), batuk, pilek, hidung berair, sakit tenggorokan, nyeri otot berat, lelah ekstrem.

Data di Indonesia hingga akhir Desember 2025 tercatat 62 kasus serupa superflu yang ditemukan di beberapa wilayah dengan kasus terbanyak ditemukan di Kalimantan Selatan, Jawa Timur dan Jawa Barat. Kelompok anak dan perempuan merupakan mayoritas perderita kasus serupa. Secara nasional situasi kasus superflu masih terkendali. Hingga awal Januari 2025 belum ada fasyankes di Belitung yang melaporkan kasus superflu ataupun yang serupa.

Penyebaran superflu dapat melalui percikan droplet saat batuk, bersin, berbicara atau kontak dengan penderita. Penularan akan meningkat terutama di tempat ramai dan ruang tertutup sehingga perlu memakai masker jika dikeramaian dan menjaga kebersihan perorangan. Pola hidup bersih dan sehat sangat diperlukan untuk mencegah penularan terutama pada kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil dan anak-anak.

Untuk menghindari penularan dapat dilakukan tindakan-tindakan pencegahan yang umum. Tindakan pencegahan agar tidak tertular yang dapat dilakukan antara lain mencuci tangan pakai air mengalir dan sabun, memakai masker di keramaian, menjaga stamina melalui makan bergizi, olahraga dan istirahat yang cukup. Pada penderita flu, batuk maupun demam akibat flu, tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah menularkan pada orang terdekat berupa penerapan etika batuk dan selalu menggunakan masker dalam aktifitas harian.

Sumber: Kementerian Kesehatan RI

By admin